3G Online Trading

Great, Good, Gain With Our Online Trading

  • GREAT, GOOD, GAIN! INVEST YOUR MONEY NOW! AS EASY AS 123

News Sesi I 6 Oktober 2010

Posted by Rinto On 10:08 AM 0 comments

Online Trading - News 3G Online Trading. News Sesi I :
INVS Akuisisi Abundant Global Rp.360 miliar
Penyedia infrastruktur telekomunikasi, PT Inovisi Infracom Tbk (INVS) mengakuisisi 100% saham perusahaan infrastruktur minyak dan gas, Abundant Global. Nilai transaksinya mencapai US$ 40 juta atau sekitar Rp 360 miliar.Inovisi berniat menjadi investor strategis di Abundant Global (AG). Saat ini, Abundant fokus pada investasi infrastruktur migas termasuk B2B (business to business) e-commerce untuk pengiriman, logistik, dan penyimpanan.

Abundant juga menyediakan jasa penyewaan, pemeliharaan, dan perbaikan kapal tanker. Saat ini, investasi perusahaan yang lama berkiprah di San Francisco, Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok itu terfokus di Asia Tenggara. Inovisi akan menyerahkan teknologi infrastruktur migas kepada Abundant Global. Artinya, AG akan menjalankan divisi infrastruktur migas B2B e-commerce Inovisi. Kesepakatan antara Inovisi dan Abundant merupakan investasi terbesar perusahaan Indonesia di industri pasar migas B2B yang mencakup pasar logistik, pengiriman, dan penyimpanan.

Kedua perusahaan akan bekerja sama dalam kemitraan eksklusif untuk mengembangkan brand oil and gas e-commerce secara global, terutama di Asia Tenggara dan Tiongkok. Namun, rincian persyaratan dan investasi belum diungkapkan saat ini. Inovisi mengharapkan investasi tersebut terwujud pada kuartal IV-2010.Inovisi memproyeksikan pasar B2B e-commerce tumbuh eksponensial seperti di Tiongkok. Pasalnya, Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar di Asia Tenggara, dengan populasi sekitar 260 juta jiwa atau 1/6 penduduk Tiongkok.

Berdasarkan China E-business research center (CBRC) per 9 Augustus 2010, total transaksi industri e-commerce di Tiongkok hingga semester I-2010 mencapai US$ 332,6 miliar. Sektor B2B mengontribusi 91%, sedangkan sisanya dari sektor B2C dan C2C.Sejauh ini, Hong Kong merupakan pemain terbesar di bawah bendera Alibaba.com dengan pangsa pasar 54,6%. Disusul Trade Media Holdings Ltd, operator Globalsources.com.cn yang tercatat di Nasdaq. Pangsa pasar Trade Media Holdings sekitar 11,8%, sedangkan HC360.com yang dioperasikan oleh HC International Inc mengambil porsi 3%.Inovisi menginvestasikan US$ 1 juta untuk e-commerce. Investasi itu memposisikan perseroan dalam kancah persaingan B2B e-commerce global.


IPO Bumi Mineral targetkan Desember, Harum Energy Lepas Green Shoe
PT Harum Energy Tbk (HRUM) telah melepas 50 juta saham sisa penjatahan lebih (green shoe) atau sekitar 1,9% dari modal disetor. Nilai transaksinya mencapai Rp 260 miliar atau pada harga Rp 5.200 per saham. Goldman Sachs selaku agen penjual telah memfasilitasi pelepasan seluruh saham green shoe Harum Energy kepada investor asing. Saham tersebut semula dimiliki oleh PT Karunia Bara Perkasa (KBP), perusahaan yang dikendalikan Kiki Barki, pemegang mayoritas saham Harum Energy.
Goldman akan menggunakan dana hasil penjualan green shoe untuk stabilisasi harga saham Harum di pasar, agar tidak jatuh di bawah harga penawaran umum perdana (IPO). Stabilisasi harga tersebut berlangsung paling lama satu bulan, sejak pencatatan perdana (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI). 


Menkes Usulkan Asing Diizinkan Kuasai Saham Obat
Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih mengusulkan pemerintah membuat suasana investasi lebih kondusif, dengan mengubah peraturan investasi asing di saham pabrik obat."Kami ingin membuat suasana lebih kondusif. Regulasi yang membatasi kepemilikan asing 75-25, sebaiknya diubah ke 100% untuk asing. Hal ini bertujuan menstimulasi investor asing ke sektor farmasi," ujarnya saat berkunjung ke pabrik packaging obat-obatan AstraZeneca, di Cikarang.

Menurut Endang, izin 100% kepemilikan asing itu tentunya ada syarat. Yakni, pabriknya harus dibangun di Indonesia. Hal ini sesuai dengan permen atau regulasi No.1010/Menkes/Per/XI/2008 Menkes. Endang juga meyakini, peraturan ini akan memajukan industri farmasi Tanah Air."Selain itu, obat nantinya juga bisa dijual dengan lebih murah," lanjutnya. Saat ini, 90% obat Indonesia merupakan produksi dalam negeri dan sisanya impor. Selain itu, 10% dari produksi itu juga diekspor, terutama vaksin.


Wall Street Tertinggi dalam 5 Bulan
Saham-saham di bursa Wall Street melonjak sehingga membawa indeks saham ke titik tertingginya dalam 5 bulan terakhir, merespons aksi yang mengejutkan dari Bank Sentral Jepang.Bank Sentral Jepang (Bank of Japan/BoJ) kemarin memutuskan untuk menurunkan suku bunga overnightnya ke kisaran 0% hingga 0,1%, sekaligus bersiap untuk menginjeksikan triliunan yen ke pasar finansial.

Investor meyakini langkah serupa akan segera diterapkan oleh Bank Sentral Amerika (Federal Reserve) guna menstimulasi perekonomian AS."Pemikiran hari ini adalah pencetakan uang akan segera berjalan. Dampak jangka pendeknya adalah akan mendorong kenaikan harga-harga aset. Kita telah melihatnya untuk keseluruhan komoditas

Pada perdagangan Selasa (5/10/2010), indeks Dow Jones ditutup menguat 193,45 poin (1,80%) ke level 10.944,72. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 23,72 poin (2,09%) ke level 1.160,75 dan Nasdaq menguat 55,31 poin (2,36%) ke level 2.399,84.Harga-harga komoditas tercatat menguat tajam. Harga minyak mentah naik hingga titik tertingginya dalam 5 bulan ke US$ 83 per barel, sementara emas kembali mencetak rekor tertinggi di US$ 1.341,20.

Indeks sektor material S&P 500 tercatat naik 2,8%, dengan saham Freeport-McMoRan Copper & Gold melesat hingga 4,6%.Transaksi di New York Stock Exchange berjalan cukup ramai yakni mencapai 8,77 miliar lembar saham, di bawah rata-rata tahun lalu yang sebenyak 9,65 miliar lembar saham.

Have a nice day



Head Office :
PT Asjaya Indosurya Securities
Gd. Grha Surya Lt. 2
Taman Perkantoran Kuningan
Jl. Setiabudi Selatan I Kav. 9
Jakarta Selatan
Telp : 021 - 5790 5068

Categories: , , ,

0 Response for the "News Sesi I 6 Oktober 2010"

Post a Comment